Industri. Apa itu? Bagaimana Anda mendefinisikannya? Walaupun memiliki definisi pasti, namun saya yakin masih begitu banyak cara bagaimana kita menginterpretasikannya.
Mungkin banyak orang yang ketika disebutkan kata “industri”, pikiran pertama yang keluar yakni cerobong asap mencemari udara, limbah cair kimia keluar dari saluran pembuangan, para buruh yang bekerja keras, suara mesin-mesin yang bising, intinya mengubah dunia ini yang damai penuh sesak. Industrialisasi (proses perubahan dari agraris menjadi industri) selalu dikisahkan sebagai sesuatu yang mengubah dunia menjadi kelam. Banyak cerita yang mengesankan hadirnya industri di dunia ini telah menghancurkan stabilitas kondisi alam.
Padahal industri tidak semuanya tentang pabrik. Industri menurut wikipedia bahkan dapat dibagi menjadi dua bidang: industri barang dan industri jasa. Contohnya untuk industri jasa yakni jasa bank, atau yang langsung pada konsumen yakni asuransi, kesehatan, hukum, ataupun tukang cukur. Intinya segala aktivitas atau usaha-usaha dalam memenuhi kebutuhan (Lebih lengkap memahami industri silahkan dibaca pada sumber-sumber yang bertebaran di dunia maya ini).
Lalu bagaimana dengan Teknik Industri (TI)? Jurusan saya yang (akhirnya berdiri sendiri) sudah ada di https://antadeldorado.com/ kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) sejak tahun 1968. Banyak yang kaget bahkan ketika beberapa orang mendengar bahwa TI merupakan pecahan dari teknik mesin. Dahulu memang TI sendiri cakupan ilmunya masih pada Production System, mempelajari mengenai bagaimana bahan mentah diubah menjadi barang jadi atau setengah jadi melalui segala proses permesinan serta optimalisasinya.
Lalu cakupannya begitu meluas dengan dikenalnya systemic approach, serta ditambah konten manajemen[1]. Sampai sekarang ini keilmuannya semakin meluas, ada beberapa bidang lagi yang lahir seperti Ergonomi dan Rekayasa Sistem Kerja, Techno-Economics, Information System, dan lain-lain. Bahkan sampai ada jurusan baru yang pecah dari jurusan ini, Manajemen Rekayasa Industri. Apa bedanya TI dan MRI? Pertanyaan klasik, jawabannya silahkan cari sendiri.
Pada dasarnya program studi saya ini sendiri sudah sepatutnya melahirkan sarjana-sarjana yang nantinya akan bergelut dalam bidangnya, entah dengan cara seperti apa. Langsung menjadi orang yang turun ke lapangan, membuat keputusan, menjadi pemangku-pemangku posisi penting di Industri atau menjadi akademisi, melebarkan dan terus mengembangkan keilmuan ini, selayaknya lulusan pada program studi lain.
Loh, bukannya itu tujuan pemerintah melaksanakan pendidikan tinggi? Mempersiapkan orang-orang yang akan siap untuk berkontribusi pada negara, penerus estafet-estafet kekuasaan, pemutar roda perekonomian di masa yang akan datang, menjadi pelaksana pekerjaan-pekerjaan dan tugas-tugas yang ditinggalkan oleh generasi sekarang serta yang akan datang nanti. Kita ini (para mahasiswa) disiapkan untuk “menggantikan” mereka, orang-orang yang sudah di puncak terlebih dahulu, pendahulu-pendahulu kita. Mereka para pelaksana tanggung jawab.
Baca Juga : PlayStation 5: Produk Industri Game yang Mendominasi Pasar Hiburan Digital